Teman Dari Besi
Teman dari besi
---
Pagi itu, hujan turun tanpa henti. Arka duduk di pojok bengkel ayahnya sambil menatap tumpukan logam bekas. “Semua orang punya teman… kecuali aku,” gumamnya pelan.
Iseng, ia menyusun potongan logam menjadi bentuk manusia kecil. Ia pasang lampu bekas di kepalanya dan memberi nama, Robo. Saat malam tiba, kilat menyambar tepat di atas bengkel — dan entah bagaimana, Robo menyala.
“Halo, Arka,” suara logam itu terdengar kaku namun lembut.
Arka terpaku. “Kamu… hidup?”
“Aku tidak tahu. Tapi aku bisa bicara.”
Sejak hari itu, Arka dan Robo selalu bersama. Mereka bermain di halaman, membuat pesawat kertas, bahkan berbagi rahasia. Robo tidak pernah menertawakan Arka, dan Arka tidak pernah bosan dengan Robo.
Suatu sore, baterai Robo melemah. “Aku mungkin akan berhenti,” katanya.
Arka menahan air mata. “Aku janji, aku akan membuatmu hidup lagi.”
Hujan turun lagi malam itu. Arka bekerja keras memperbaiki Robo. Saat fajar menyingsing, lampu di kepala Robo kembali menyala.
“Selamat pagi, Arka.”
Arka tersenyum. “Selamat pagi, sahabatku.”
---
By bolter

Komentar
Posting Komentar