Krisis air bersih

 ---


Krisis Air Bersih Mengancam Indonesia di Tengah Perubahan Iklim


Jakarta, 1 Oktober 2025 – Indonesia tengah menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan air bersih. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), lebih dari 40 juta penduduk Indonesia masih kesulitan mengakses air bersih yang layak konsumsi.


Fenomena ini diperparah oleh perubahan iklim, yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang serta curah hujan yang tidak menentu. Wilayah seperti Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian Kalimantan dilaporkan mengalami penurunan debit sungai hingga 30% dibandingkan tahun sebelumnya.


Menurut ahli lingkungan, krisis air ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sektor pertanian. Sawah tadah hujan yang biasanya panen dua kali dalam setahun kini hanya mampu panen sekali. Hal ini berpotensi menurunkan produksi pangan nasional.


Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi dengan membangun embung, sumur resapan, serta program rehabilitasi hutan di daerah tangkapan air. Namun, sejumlah pakar menilai langkah tersebut masih belum cukup cepat untuk menahan laju krisis.


Masyarakat diimbau untuk lebih bijak menggunakan air, mulai dari penghematan di rumah tangga hingga pengelolaan limbah industri. Jika tidak, Indonesia terancam mengalami krisis air bersih permanen dalam dua dekade mendatang.



---

Komentar

Postingan Populer